Gubernur Jatim Hadiri Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-61, Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Jatim-Singapura sekaligus Dorong Investasi di Semua Sektor
- Rusli Djunaidi
- 20 Aug, 2026
JAKARTA I maduranetwork.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Jawa Timur untuk terus memperkuat hubungan kerja sama dengan Singapura melalui kolaborasi konkret di bidang investasi, perdagangan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat
menghadiri dinner reception dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura
ke-61 di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (19/8).
Tampak hadir mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur
Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak,
Kepala DPMPTSP Jatim Dyah Wahyu Ermawati.
Gubernur Khofifah mengatakan, peringatan Hari
Kemerdekaan Singapura bukan hanya menjadi momentum untuk menyampaikan ucapan
selamat kepada negara sahabat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat
hubungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Jawa Timur dan
Singapura.
“Hari ini kita tidak hanya ikut hadir pada
peringatan kemerdekaan Singapura, lebih dari itu, ini momentum penguatan
hubungan kerja sama yang telah terjalin cukup lama. Sebagaimana data DPM PTSP
Jatim bahwa investasi Singapura ke Jatim pada tiga tahun terakhir yaitu 2023,
2024 dan 2025 merupakan tiga besar di Jatim ," ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, hubungan Jawa Timur dengan
Singapura selama ini berkembang produktif
dalam berbagai sektor, terutama perdagangan, investasi, serta
pengembangan SDM. Kerja sama tersebut terus diarahkan agar memberikan manfaat
yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus membuka ruang bagi pelaku
usaha daerah untuk memperluas ke pasar internasional.
Salah satu capaian konkret kerja sama ekonomi
tersebut terlihat dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur ke Singapura pada
November 2025. Tercatat transaksi senilai lebih dari Rp4,163 triliun yang
berasal dari 21 transaksi.
“Alhamdulillah, saat saya memimpin langsung misi dagang Singapura November lalu sukses dan bernilai fantastis. Misi dagang ini adalah ikhtiar kami mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dan Singapura khususnya untuk memperluas potensi produk industri dan perdagangan, serta membuka peluang investasi lainnya,” ungkapnya.
Khofifah menilai capaian transaksi itu menunjukkan
besarnya potensi hubungan ekonomi Jawa Timur dan Singapura yang masih dapat
dikembangkan. Menurutnya, kerja sama perdagangan dan investasi harus terus
diperluas melalui pertemuan bisnis, penjajakan investasi, penguatan rantai
pasok, serta promosi berbagai produk unggulan Jawa Timur.
“Singapura adalah salah satu mitra penting bagi Jawa Timur. Tentu ini sangat memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing di Jawa Timur,” katanya.
Di luar sektor ekonomi, Khofifah juga menaruh
perhatian besar pada penguatan kerja sama pengembangan SDM. Peningkatan
kualitas SDM menjadi fondasi penting agar Jawa Timur mampu mengambil manfaat
maksimal dari berbagai peluang kerja sama di kawasan ASEAN.
Kerja sama juga terus diperkuat melalui komunikasi
antarpemerintah dan pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Singapura di
Indonesia. Khofifah menyebut sejumlah pertemuan dengan Duta Besar Singapura
untuk Indonesia menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama strategis yang
lebih luas.
“Dubes Singapura untuk Indonesia juga hadir di
Gedung Negara Grahadi dan saya terima langsung tentu ini tidak lain upaya Jawa
Timur memperluas kerja sama strategis di bidang sumber daya manusia,”
terangnya.
Salah satu bentuk konkret kerja sama adalah
kesempatan bagi sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Jawa Timur untuk
memperoleh beasiswa dan belajar di Singapura. Program ini dinilai penting
karena memberikan kesempatan kepada ASN untuk mendapatkan pengalaman sekaligus
mempelajari praktik-praktik terbaik dalam tata kelola dan pengembangan kapasitas
SDM.
“ASN Jatim menerima beasiswa belajar dari
Singapura. Jawa Timur belajar langsung ke Singapura karena daya saing Singapura
peringkat pertama di ASEAN dan posisi kedua dunia, ini juga kerja sama yang
sangat strategis,” ungkapnya.
Khofifah berharap pengalaman dan pengetahuan yang
diperoleh ASN Jawa Timur dari Singapura dapat diimplementasikan dalam
peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Jawa
Timur. Dengan demikian, kerja sama antardaerah dan antarnegara tidak berhenti
pada pertukaran pengalaman, tetapi menghasilkan peningkatan kapasitas yang
dapat dirasakan masyarakat.
Ia pun menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi
strategis sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri nasional. Karena
itu, penguatan jejaring dengan negara-negara mitra, termasuk Singapura, menjadi
bagian dari strategi untuk membuka lebih banyak peluang investasi, memperluas
pasar produk Jawa Timur.
“Hubungan yang baik harus terus diterjemahkan
menjadi kerja sama yang konkret. Jawa Timur terbuka untuk terus membangun
kolaborasi dengan Singapura, terutama pada sektor-sektor strategis yang dapat
memperkuat daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Gubernur Khofifah juga menilai hubungan baik antara
Jawa Timur dan Singapura merupakan bagian dari kontribusi daerah dalam
memperkuat persahabatan Indonesia dan Singapura. Hubungan tersebut diharapkan
terus berkembang melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi
pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Momentum Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura
ke-61, lanjut Khofifah, menjadi pengingat bahwa hubungan antarnegara tidak
hanya dibangun melalui hubungan diplomatik, tetapi juga melalui hubungan
antarmasyarakat, dunia usaha, pendidikan, serta berbagai bentuk kolaborasi
pembangunan.
“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Singapura ke-61. Semoga Singapura semakin maju, semakin sejahtera, dan persahabatan Indonesia-Singapura, khususnya dengan Jawa Timur, semakin kuat,” pungkasnya.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

